Kamis, 17 September 2015

apakah ini teguranMu? apakah salah hamba yang telah mencoba menggantungkan lengan hamba kepada sesuatu yang dengan nyata adalah kuasaMu? Sudikah Engkau kembali menerima ku yang telah hina dan buta akan kenikmatan semata? Sangat jauh. sangat jauh rasanya dari saat itu. saat dimana air mata dengan mudahnya jatuh hanya karna takut akan sesaat melupakanMu. saat dimana mulut dan kedua tangan dengan sendirinya memohon atas ampunanMu. saat dahi dan sujud tiada berjengkal menyembahMu. aku rindu akan hal itu. aku yang sudah terjerumus pada sebutir debu kenikmatan yang Engkau uji kan. aku yang dengan mudahnya melupakan dan menggantikanMu dengan segala yang tidak pantas. Aku yang terbiasa meniadakan salah satu atau dua diantara 5 yang wajib itu. aku yang selalu melupakan cicilan hari akhirku di kamis malam. tidakkah aku bisa membayangkan hukuman apa yang sepadan? Jika ini teguranmu untukku. jika ini bukti kasih sayangmu padaku. jika ini adalah awal dari perjuangan hari akhir ku. tidakkah ada kata yang bisa menggambarkan isi hati. tidakkah ada barang yang bisa menghitung seluruh rasa syukur yang aku punya. terlambat hanya untuk orang tidak mengenalMu. izinkan aku memulai perkenalanku kembali. seperti kertas putih yang tidak sanggup untuk dinodai. dengan segala milikku yang Engkau punya, terima aku yang takut akan kecewaMu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar